Dasar Pengolahan Minyak Inti Kelapa Sawit

Dasar Pengolahan Minyak Inti Kelapa Sawit

Minyak inti sawit merupakan sebuah pabrik inti sawit yang digunakan untuk dapat melakukan pemrosesan minyak inti kelapa sawit. Inti minyak sawit yaitu sebuah minyak nabati diambil dari inti/biji dari kelapa sawit. Inti minyak kelapa sawit seringkali juga Palm Kernel Oil. Minyak yang satu ini dapat dibuat di pabrik inti sawit / kernel crusihing plant. Anda juga dapat mendapatkan harga jual inti sawit dari petani kelapa sawit sehingga dapat diolah di pabrik minyak sawit. Selain akan mendapatkan produk PKO maupun Palm kernel Oil juga dapat mendapatkan produk lain sebagai suatu produk sampingan misalnya produk makanan ternak.

Persiapan Olah Biji Kelapa Sawit

Di pabrik kelapa sawit ketel uap/boiler adalah salah satu jantung pabrik inti sawit. Dimana, ketel uap yang satu ni menjadi sumber tenaga serta sumber uap yang dapat dipakai untuk mengolah sawit. Disini akan membahas mengenai katel uap digunakan di pabrik kelapa sawit. Biji kelapa sawit merupakan sebuah biji diambil dari dalam buah sawit yang mempunyai bagian seperti cangkang misalnya telur. Bagian dalam cangkang tersebut baru disebut dengan inti sawit.

Proses minyak inti sawit diperlukan untuk dapat mengefisienkan ekstrasi minyak dari inti sawit. Proses yang pertama harus dilakukan yaitu dengan membersihkan inti sawit. Pembersihan tersebut dilakukan untuk dapat menghilangkan kemungkinan kontaminasi material lainnya seperti metal terhadap produk minyak.

Sebelum diolah, inti sawit kernel ini akan diproses dahulu dengan sebuah proses. Proses tersebut dilakukan untuk dapat mengurangi kadar air terhadap inti sawit. Untuk yang jual inti sawit kebanyakannya hanya menjual inti sawitnya saja karena yang dicari oleh banyak konsumen hanya bijinya saja. Adanya proses pengurangan air terhadap inti sawit yang satu ini membuat biji sawit mudah sekali untuk dipecah karena ada penyusutan isi serta tercipta celah antara inti sawit serta cangkang. Inti kelapa sawit digunakan untuk dapat membuat minyak inti sawit tersebut dipecahkan dengan mesin yang memiliki nama ripple mill. Dengan menggunakan alat yang satu ini dapat mengambil inti sawit dengan sedikit kemungkinan intinya akan ikut pecah.

Sesudah terjadi dilakukan pemisahan inti bersama cangkangnya maka dilakukan pengepresan menghasilkan fibre serta biji kelapa sawit yang disebut juga dengan palm kernel cake. Sesudah dihasilkan produk cake ini, maka dapat dilakukan persiapan pengolahan untuk dapat memisahkan biji kelapa sawit dengan fiber. Di masa pemecahan serta pemisahan tersebut sisa produk dari inti sawit menghasilkan produk sampingan yang seringkali disebut dengan Palm Kernel Expeller. Sesudah dipisahkan, inti mengalami tahap ketiga yang digunakan untuk fermentasi. Proses mesin inti sawit fermentasi tersebut dilakukan dengan mengeringkan biji di suhu 60 derajat Celsius sampai 70 derajat Celsius.

Kernel Pressing

Proses kernel sawit berikutnya yaitu dengan pemrosesan kernel-pressing. Proses tersebut dilakukan dengan memasukan hasil preprocessing dari inti sawit pada sebuah kandang maupun barel dengan bentuk silinder yang memiliki lubang dan memiliki benang spiral terputus yang berputar. Silinder digunakan memang tidak begitu besar. Meskipun begitu produk kelapa sawit akan dipaksakan untuk dapat melewatinya. Sehingga akan mendapatkan Palm Kernel Oil. Sisa Palm Kernel oil ini disebut juga dengan cake yang akan di buang dari lubang anular. Proses yang satu ini, minyak kemungkinan mengalami kerusakan karena suhunya sangat tinggi. Maka itu, untuk menjaga minyak dari berbagai kerusakan dilakukan pendinginan menggunakan air. 

Katel Uap / Boiler Dan Perhitungan Bahan Bakar Di Pabrik Kelapa Sawit

Katel Uap / Boiler Dan Perhitungan Bahan Bakar Di Pabrik Kelapa Sawit

Ketel uap pabrik kelapa sawit adalah salah satu alat konversi energy yang telah merubah air hingga menjadi uap dengan pemanasan serta panas di butuhkan air untuk penguapan yang didapatkan dari pembakaran bahan bakar di ruang bakar ketel uap.

Uap atau energy kalor dihasilkan ketel uap pabrik sawit bisa digunakan semua peralatan yang membutuhkan uap pada pabrik sawit, terutama turbin. Turbin yang satu ini merupakan turbin uap yang mana sumber penggerak generatornya yaitu uap dihasilkan dari ketel uap. Selain turbin alat lainnya di pabrik sawit membutuhkan uap seperti di sterilizer atau alat memasak TBS, serta distasiun pemurnian minyak atau klarifikasi. Maka itu kualitas uap dahasilkan harus berdasarkan dengan keutuhan yang terdapat di pabrik sawit tersebut. Karena apabila tidak, maka akan mengganggu proses pengoalahan pabrik kelapa sawit.

Bahan Bakar Ketel Uap Pabrik Kelapa Sawit

Supaya kualitas uap dihasilakan dari ketel uap pada pabrik kelapa sawit berdasarkan dengan yang inginkan maka dibutuhkan juga sejumlah panas dan menguapkan air tersebut, yang mana panas tersebut didapatkan dari pembakaran bahan bakar di tuangan bakar ketel. Untuk dapat pembakaran sempurna pada ketel maka diperlukan syarat, diantaranya :

-          Perbandingan penggunaan bahan bakar harus berdasarkan dengan cangkang serta serabut.

-          Udara dipakai harus mencukupi.

-          Waktu diperlukan untuk proses pembakaran yang cukup.

-          Panas yang cukup sehingga dapat memulai pembakaran.

-          Kerapatan cukup untuk dapat merambatkan nyala api.

Hal tersebut, bahan bakar digunakan yaitu serabut serta cangkang. Adapun alasannya menggunakan serabut serta cangkang sebagai bahan bakar yaitu :

-          Bahan bakar cangkang serta serabut cukup ada serta mudah sekali didapatkan di pabrik.

-          Cangkang serta serabut adalah limbah dari pabrik sawit tidak digunakan.

-          Nilai kalor bahan cangkang serta serabut memperoleh persyaratan untuk dapat menghasilkan panas yang dibutuhkan.

-          Sisa dari pembakaran bahan bakar bisa digunakan sebagai pupuk bagi tanaman sawit.

Cangkang merupakan sejenis bahan bakar yang padat memiliki warna hitam, bentuk seperti batok kelapa serta sedikit bulat. Ada di bagian buah kelapa sawit yang telah diselubungi serabut. Bahan bakar cangkang ini terdapat unsur-unsur kimia yaitu Carbon, hydrogen, nitrogen, oksigen serta abu. Yang mana unsur kimia terkandung pada cangkang yang memiliki presentasi persen yang berbeda-beda jumlahnya. Bahan bakar cangkang tersebut sesudah mengalami proses pembakaran berubah menjadi arang. lalu arang tersebut, udara di dapur akan terbang sebagai sebuah ukuran partikel kecil dinamakan dengan peatikel pijar.

Perhitungan Bahan Bakar Boiler Pabrik Kelapa Sawit

Penggunaan perhitungan bahan bakar boiler pabrik kelapa sawit fibre press serta shell sebgai sebuah bahan bakar untuk boiler pabrik kelapa sawit lebih daricukup untuk dapat menghasilkan steam sampai tekanan yang diperlukan turbin. Bahkan penggunaannya dapat dihemat hingga shell masih tersisa, dibawah ini teorinya :

-          Untuk dapat membangkitkan 1 kg air di 30 deg menjadi steam siperlukan panas hingga 912 kcal.

-          Kebutuhan listrik per ton FFB diolah yaitu 20 kw.

-          Kebutuhan steam per ton diolah yaitu 0,7 ton steam.

Energy yang di dapatkan dari bakar produk sampingan PKS :

Fibre press (14% to FBB) kandungan basah 40%

-          ­CV = 4586 kcal/kg keadaan kering.

-          Total CV = kapasitas pabrik x 14 % x 60 % x 4586.

Shell (6% to FBB) dengan kandungan basah 10%

-          CV = 5122 kcal/kg keadaan kering.

-          Total CV = kapasitas pabrik x 6% x 90% x 5122.

Mengenal Mesin Ripple Mill Terbaik

Mengenal Mesin Ripple Mill Terbaik

Mesin ripple mill merupakan mesin pabrik kelapa sawit yang terapat di stasiun pengolahan kelapa swit. Sebelum terpisahkan menjadi nut oleh ripple mill pks atau nut cracker, buah ini harus mengalami proses cukup panjang. Buah kelapa sawit ini harus melalui beberapa stasiun pengolahan sampai pada akhirnya dipisahkan menjadi nut kemudian dipecahkan. Kini demand cangkang sawit di Kalimantan terus meningkat dengan pesat.

Biasanya pabrik kelapa sawit ini mempunyai standar kualitas tertentu yang harus dipenuhi sebelum sawit tersebut diolah.  Tahap penyeleksian sawit sampai pemisahan buah harus dilakukan dahulu sebelum sawit tersebut dipisahkan sehingga menjadi nut kemudian dipecahkan, banyak industry yang memerlukan cangkang sawit yang murah.

Stasiun Kernel Pabrik Kelapa Sawit

Ketika sawit dipisahkan dari tandanya, sebelum pemecahan dengan ripple mill, sawit harus melewati stasiun pengempaan atau kempa ulir sawit/mesin screw press. Sawit tersebut akan diambil minyak pericarpnya melalui proses pengempaan serta pelumatan atau digester. Proses tersebut memiliki tujuan untuk memisahkan pericarp dengan bijinya yang nanti dipecah dengan ripple mill msb. Hingga bisa diambil minyaknya dengan maksimal dari pericarp. Sementara itu pericarp tersebut dilumatkan serta di press sampai didapatkan minyak kasar serta dikirim ke stasiun kernel untuk dapat dipecah oleh ripple mill cb serta dapat dimanfaatkan untuk mnejadi turunan minyaknya.

Stasiun kernel pabrik kelapa sawit merupakan salah satu stasiun pengolah wajib yang dimiliki oleh pabrik pengolah kelapa sawit. Pada stasiun tersebut, biji maupun nut dapat mengalami pemecahan untuk dapat memisahkan inti dengan cangkang sawit. Pemecahan tersebut dilakukan dengan ripple mill cb 6t king cracker sehinggda dapat memastikan efektifitas pemecahan hingga 95% sementara kernel tersebut cukup rendah sekali. Sampai di stasiun tersebut, tidak hanya mesin pemecahan nut namun banyak mesin lain yang sama memiliki manfaat dengan mengguankan alat pemecah nut sawit.

-          Mesin depericarper, memiliki fungsi mesin depericarper yaitu memisahkan nut bersama serabut. Pada mesin ini ada alat hisap yang dapat menghisap serat-serat nut sebagai bahan boiler. Sementara untuk nut masih kotor serta tercampur dengan batu justru akan terjatuh ke bawah pada nut polishing drum.

-          Nut polishing durm, mesin yang satu ini dapat memutar batu-batu yang kecil campuran nut hingga batu jatuh pada lubang yang dibawa pada nut inclined conveyor secara langsung menuju destoner column.

-          Destoner column, mesin yang satu ini juga akan kembali memisahkan batu serta nut. Batu lebih berat jatuh pada lubang sementara nut dibawa pada ripple mill untuk dapat dipecahkan cangkang sawitnya.

-          Ripple mill, pada mesin ini nut sudah dipisahkan dari batu serta dibawa destoner column dipisahkan cangkang kelapa sawitnya bersama inti. Tetapi sebelum pada ripple mill, nut terlebih dahulu ada di nut hoper. Pada ripple mil, nut tersebut dipecahkan mengalami banyak sekali proses melewati beberapa komponen.

Untuk dapat memulai bisnis menjual cangkang sawit, anda harus pastikan adanya cangkang sawit. Meskipun luasan perkebunan sawit di Indoensia luas, tetapi kenyataannya adanya briket cangkang kelapa sawit ini yang ada tidak mencukupi. Kontrak bersama buyer cangkang sawit pun harus dibuat secara benar hingga bisnis tetap akan menguntungkan. Selain itu juga untuk mengetahui harga spesifijasi cangkang yaitu sebuah keharusan untuk merintis bisnis cangkang sawit. Setiap kalangan membutuhkan cangkang sawit dapat terpenuhi apabila semua pembisnis can gkang sawit sanggup untuk menyediakan dengan jumlah cukup.

Produsen mesin ripple mill pabrik sawit awalnya banyak dari Malaysia, namun sekarang ini telah banyak beberapa produsen yang menjual mesin ripple mill pabrik kelapa sawit yang ada di Negara Indonesia. Beberapa merek ripple mill sawit yaitu Cb, dan Msb.

HEAD OFFICE

PT. KHARISMAPRATAMA ABADISEJATINDO
Address : Jln. Kompleks Bumi Sunggal Blok C/E no 7, Medan – North Sumatera, Indonesia
Telephone : +62 61 8469822 - 8469806 - 8472878 Fax : +62 61 8469790
Email : sales.medan@kharisma-sawit.com; sparepart.medan@kharisma-sawit.com

JAKARTA REPRESENTATIVE

Telephone : +62-21-6332821/ 08561937055 / 0821108677322
Fax : +62-21-6345859
Email : sales.jakarta@kharisma-sawit.com
sparepart.jakarta@kharisma-sawit.com

For Information of Our product & Newsletter, please fill in below information