News Update

×

Message

Failed loading XML... Opening and ending tag mismatch: hr line 1 and body Opening and ending tag mismatch: body line 1 and html Premature end of data in tag html line 1

Tahap Pembuatan Biogas Dari Limbah Kelapa Sawit

Tahap Pembuatan Biogas Dari Limbah Kelapa Sawit

Sebelum membahas proses pembuatan biogas limbah pabrik kelapa sawit, sebaiknya kenali terlebih dahulu komponen utama yang di hasilkan oleh biogas tersebut. Komponen tersebut dikenal dengan struktur CH4, lebih tepatnya yaitu gas metana. Gas metana merupakan hasil pengolahan limbah yang kemudian dikenal juga menghasilkan biogas dari limbah cair kelapa sawit tersebut. Biogas merupakan bentuk gas metan sawit yang penggunaannya tidak akan menimbulkan pencemaran di lingkungan sekitar. Selain itu, manfaat limbah kelapa sawitpun dinyatakan sebagai pembangkt tenaga listrik.

Pada pembuatan biogas tersebut pabrik kelapa sawit, atau seringkali disebut juga dengan pabrik biogas membutuhkan urutan cara membuat biogas tersebut. Diantaranya pembuatan kolam, dengan ukuran cukup besar atau dalam beberapa hektar. Untuk informasi lebih dalam mengenai tahap pembuatan biogas, maka simaklah pembahasan singkat dibawah ini yang didapatkan dari beberapa sumber jurnal biogas dari limbah kelapa sawit yang terpercaya.

Cara Membuat Biogas Dari Limbah Kelapa Sawit

Bahan pembuatan biogas dari limbah sawit ini merupakan bagian substrat dari inoculum. Subtrat itu terdiri dari beberapa bagian, diantaranya yaitu bagian Tandan Kosong Kelapa Sawit / seringkali disingkat juga dengan TKKS, lalu ada juga pericarp sawit serta lumpr LPKS. Sementara itu, bahan inoculum sendiri, sebaiknya diambil dari kombinasi antara tanaman eceng gondok dan kotoran ternak.

Sesudah menyiapkan beberapa bahan tersebut, maka substrat serta bagian inoculum tersebut dicampurkan menjadi satu. Lalu bahan itu difermentasikan dengan hitungan waktu sepuluh hari. Proses fermentasu tersebut dilakukan untuk membuat biogas, karena proses cara membuat biogas dari limbah kelapa sawit tersebut pada dasarnya harus melalui kondisi anaerob dahulu.

Persiapan Peralatan Pembuatan Biogas Dari Limbah Kelapa Sawit

Selain memerlukan beberapa bentuk bahan diatas, proses pembuatan biogas tersebut memerlukan beberapa alat dalam proses pembuatannya. Beberapa jenis peralatan yang dapat mendukung diantaranya yaitu waterbath yang memiliki peran sebagai incubator, bioreaktir, gas holder, gelas ukur, serta selang plastic. Sesudah biogas itu dihasilkan, maka akan mengalami juga tahap pengujian dahulu. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kualitas biogas, dengan cara mengecek kandungan yang terdapat pada limbah sawit yang digunakannya, sehingga akan menghasilkan biogas limbah sawit yang berkualitas.

Pengujian biogas dilakukan dengan beberapa tahap analisis, yang dimulai dari analisis COD yang memiliki peran untuk menentukan kualitas limbah digunakan sebagai biogas tersebut. Lalu ada juga analisis kadar air yang terdapat pada kandungannya, analisis nitrogen, analisis selulosa, analisis organic, analisis lignin, analisis padatan volatif serta analisis hemiselulosa sebagai analisis terakhir yang dilakukannya. Pembuatan biogas dari limbah kelapa sawit dilakukan dengan beberapa tahapan yang berbeda, diantaranya yaitu :

Tahap pertama

Pada tahap pertama ini bakteri tersebut dibiarkan untuk dapat melakukan hidrolisis polimer yaitu dengan memiliki bantuan dari enzim selulase dilakukan terhadap bagian pollimer karbohidtrat. Sementara untuk enzim lipase dapat membantu hidrolisis terhadap bagian lemak, sedang untuk hidrolisis protein justru dilakukan enzim protease, yang akhirnya akan menghasilkan bentuk senyawa terlarut.

Tahap kedua

Tahap yang satu ini senyawa terlarut tersebut dilakukan perombakan lagi sehingga dapat menghasilkan bagian gas hydrogen, alkohol, karbondioksida, asam laktat, senyawa asetat serta bentuk senyawa lainnya yang mempunyai ukuran rantai pendek. Tahap ini dikenal juga dengan sebutan asidogenesis yaitu prosesnya dilakukan dengan mendapatkan bantuan dari bakteri asam.

Tahap ketiga

Tahapan ini, proses pembuatan biogas yang dilakukan dengan bantuan dari bakteri asetat, gas karbondioksida, serta gas hydrogen. Tahap yang satu ini masih sama dengan tahap yang kedua disebut dengan tahap asidogenesis.

Tahap keempat

Pada umumnya kegiatan produksi biogas limbah cair kelapa sawit dilakukan oleh pabrik akan menghasilkan gas metana dari limbah kelapa sawit. Tetapi pada tahapan pembuatan keempat serta dilakukan terhadap limbah kelapa sawit itu yaitu proses pada saat bagian asetat, lalu karbondioksida serta gas hydrogen dihasilkan dari tahap yang ketiga tadi lalu dilaukan perombakan lagi. Perombakan tersebut dilakukan menggunakan bakteri metana, sehingga akhirnya bisa menghasilkan gas metana serta gas karbondioksida.

Penelitian Limbah Kelapa Sawit

Tentunya tidaklah heran apabila pabrik kelapa sawit menghasilkan limbah cukup banyak terutama limbah cair. Rata-rata pabrik sawit ini bisa menghasilkan limbah cair 420 m3 per hari. Limbah cair sawit/palm Oil Mill Effluent memiliki kandungan senyawa glukosa, protein serta karbohidrat memiliki ikatan atom C, jika diolah secara baik maka bisa menghasilkan biogas dari limbah pabrik kelapa sawit yang dapat digunakan untuk menghasilkan energy.

Biasanya hanya di olah supaya bisa di buang berdasarkan dengan standar buku mutu lingkungan yang telah di tetapkan. Sekarang ini manusia membutuhkan perbaharuan energy sbagai pengganti energi yang tidak terbaharui misalnya bahan bakar minyak yang kini persediaannya semakin berkurang. Maka itu perlu terdapat sumber energy alternative sehingga dapat memenuhi kebutuhan energy.

Naiknya gas elpiji membuat kita semua tersadar bahwa bahan bakar ditambang dari perut bumi lambat laun akan habis. Tersedianya bahan bakar gas ini semakin menipis serta harganya juga akan semakin membumbung tinggi. Sudah saatnya untuk beralih terhadap sumber energy yang bisa diperbaharui. Salah satunya yaitu energy dari limbah pabrik sawit. Energi terbuat dari bahan tambag minyak bumi serta gas bumi diperkirakan lama-lama akan habis dalam waktu relative singkat. Mau tidak mau maka Indonesia harus secepatnya untuk mencari sumber energy yang bisa diperbaharui untuk dapat memenuhi kebutuhan energy masa depan.

Penelitian yang satu ini penting sekali untuk dilakukan karena POME adalah sumber energi sangat potensial dapat menggantikan bahan bakar minyak, hanya harus mencari kondisi ideal pada proses fermentasi sehingga menjadi biogas terbaik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk dapat mengetahui jumlah biogas yang bisa dihasilkan melewati proses fermentasi POME serta mengetahui HRT terbaik untuk dapat menghasilkan biogas yang berkualitas, terbaik, dan terbanyak.

Manfaat Biogas dari Limbah Kelapa Sawit Terhadap Lingkungan

Manfaat Biogas dari Limbah Kelapa Sawit Terhadap Lingkungan

Pabrik besar akan menghasilkan limbah. Untuk pabrik produksi minyak sawit, limbah sawit ini dihasilkan pengolahan menjadi biogas limbah sawit. Campuran gas produksi bakteri metanogenik alami secara anaerob yang disebut dengan biogas. Senyawa biogas sawit itu sendiri terdiri dari gas metana, gas hydrogen, gas karbondioksida, serta campuran gas lainnya.

Biogas ini termasuk juga gas yang tidak mempunyai bau. Apabila di gunakan terhadap pembakaran  nyala  api yang di hasilkan yaitu biru cerah. Harus anda ketahui, biogas yang dibuat oleh pabrik kelapa sawit yaitu berasal dari limbah cair. Karena pada pabrik pengolahan sawit ini menjadi minyak sawit akan menghasilkan dua jenis limbah, limbah yang padat serta limbah cair. Tetapi, untuk yang diolah sehingga menjadi biogas yaitu limbah cair sawit. Terdapat beberapa manfaat biogas kelapa sawit dibawah ini, diantaranya :

PLTBg

Biogas yag berasal dari limbah cair sawit ini memiliki manfaat untuk PLTBg. PLTBg yaitu Pembangkit Listrik Tenaga biogas. Biogas di sawit tersebut diproduksi dapat menyalurkan listrik terhadap beberapa daerah tertentu. Dengan ketentuan berdasarkan dengan Permen ESDM Nomor 27/2014. Pemerintah Indoensia sendiri menetapkan tarif listrik dari Biogas dengan perKwh nya dikenakan biaya sebesar seribu lima puluh rupiah untuk tegangan listrik menegah serta perKwh dikenakan biaya seribu empat ratus rupiah untuk tegangan listrik yang rendah. Bisa dikatakan penggunaan biogas sebagai suatu tenaga pembangkit listrik berguna sekali untuk dapat menambah daya listrik PLN yang sekarang ini banyak sekali diperlukan oleh masyarakat.  

Penggunaan listrik berasal dari biogas ini bisa menjadi energy alternative. Setiap satu meter kubik dari biogas sanggup untuk menyalurkan daya setiap jam sebesar enam ribu watt. Hal tersebut sangat menarik sekali dengan adanya PLTBg yaitu listrik dihasilkan dari biogas yang tidak hanya bermanfaat untuk kalangan masyarakat saja, tetapi juga  perusahaan pabrik kelapa sawit sendiri.

Gas LPG

Seperti yang telah diulas sebelumnya, biogas di sawit memiliki manfaat untuk pembakaran. Pembakaran dimaksud yaitu terhadap proses memasak, kompor gas tentunya membutuhkan bantuan gas. Gas berasal dari limbah kelapa sawit ini juga bermanfaat untuk itu. Gas menyala api biru disebutkan pada awal pembahasan, adalah biogas untuk gas LPG terhadap kompor gas. Dengan menggunakan biogas, maka ketika memasak para ibu rumah tangga akan lebiih hemat.

Diesel Asian Agri

Banyak tantangan yang akan dihadapi oleh pabrik pengolahan minyak sawit. Terutama anggapan para penduduk yang tinggal tidak jauh dari pabrik sawit. Adanya limbah padat atau limbah cair yang semakin hari akan semakin bertambah dan menumpuk, sangat mengganggu. Tetapi, pabrik kelapa sawit harus bertindak secara langsung untuk mengelola limbah padat serta limbah cair secara tepat. Mempunyai ahli terhadap pengolahan limbah, untuk biogas dari kelapa sawit ini dimanfaatan sebagai bahan diesel Asian Agri. Dengan memanfaatkan biogas limbah kelapa sawit sehingga menjadi bahan bakar diesel, maka memiliki banyak dampak positif untuk kondisi udara terhadap lingkungan sekitar. Alasannya yaitu penggunaan kendaraan maupun mesin dengan menggunakan bahan bakar diesel Asian agri dari biogas sawit tidak akan mencemari udara. Bahkan bisa membantu pengurangan emisi udara sekitar 95%. Bahan bakar kendaraan berasal dari diesel ini yang dihasilkan oleh biogas juga  bisa meminimalisirkan pemanasan global.

Pupuk organik

Manfaat lainnya, biogas dari limbah cair sawit dapat digunakan untuk pupuk organic. Hal tersebut akan membuat pertanian bisa mendapatkan keuntungan. Yaitu, tanaman tumbuh lebih subur dan tidak akan menggunakan pupuk yang mengandung bahan berbahaya. Karena bahan-bahan organic yang sedang mengalami penguraian serta menjadi pupuk bisa membuat tanaman tumbuh memiliki kandungan gizi lebih optimal. Mempunyai tekstur dan rasa lebih unggul, serta aman untuk anda konsumsi. Karena penggunaan biogas sebagai pupuk organic tidak akan meninggalkan bahan bahaya seperti residu.

Memperbaiki Kualitas Udara

Manfaat yang satu ini memiliki hubungan dengan manfaat biogas dari sawit untuk diesel Asian agri. Harus ditekankan lagi, biogas bisa mengurangi dampak yang buruk terhadap udara di lingkungan sekitar rata-rata semakin kotor. Mengingat dengan jumlah kendaraan berlalu lalang kini semakin banyak. Pembuangan dari sisa pembakaran tentunya jelas tida sehat. Tetapi, adanya biogas, maka kualitas udara akan di perbaiki. Perubahan itu terbilang signifikan. Sehingga kalangan masyarakat bias menghirup udara pernafasan dengan bersih serta tidak akan tercemar karena adanya biogas.

Pabrik produksi sawit mengolah biogas kilang sawit dari limbah, limbah cair kelapa sawit yang dimaksud adalah Palm Oil Mill Effluent / POME. Meski limbah tersebut dari hasil produksi minyak sawit tidak akan mengeluarkan bau yang mengganggu, tetap saja meskipun jumlahnya terus menggunung bahkan bertambah lagi, membuat pabrik akan mengalami kendala.

Berdirinya pabrik sawit, tentunya ada kolam tempat olah limbah cair POME. Seperti yang sudah diketahui, limbah POME memiliki kandungan sejumlah bahan organic. Apabila dibuang maka akan merusak serta membuat lingkungan menjadi tercemar. Sehingga dengan adanya kolam pengolahan limbah akan memudahkan bahan-bahan organic untuk meakukan degradasi. Di Indonesia, pabrik sawit ini terdapat pekerja yang bekerja berdasarkan standar. Tidak hanya produksi minyak sawit, tetapi juga terhadap pengolahan limbah kelapa sawit. Diubah menjadi biogas kelapa sawit yang bisa membawa banyak manfaat baik sekali untuk pabrik atau lingkungan masyatrakat yaitu kelebihan produksi biogas kelapa sawit. Sehingga kebutuhan listrikpun bisa dibantu dengan biogas dari pabrik kelapa sawit.

Pengolahan Dan Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit Menjadi Biogas

Pengolahan Dan Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit Menjadi Biogas

Palm Oil Mill Effluent / POME yang mengalami penguraian dengan kondisi sedikit oksigen maupun banyak oksigen disebut juga dengan kondisi anaerob yang akan menghasilkan biogas kelapa sawit. Dengan di produksinya biogas tersebut, maka POME bisa dikendalikan serta tidak akan mengalami dampak buruk untuk lingkungan. Terutama terhadap lingkungan sekitar di tempat POME berada. POME tersebut dihasilkan melalui tiga proses yang terjadi pada produksi kelapa sawit, diantaranya strelisasi TBS / Tandan Buah Segar, penjernihan Crude Palm Oil dan Pemerasan Tandan Kosong.

Palm Oil Mill Effluent terhadap minyak kelapa sawit yang baru dihasilkan dari salah satu proses  tersebut masih pada kondisi panas. Suhu POME ada di kisaran 60 derajat Celsius hingga suhu 80 derajat Celsius. Dengan memiliki pH bersifat asam kuat yaitu di pH 3,3 – pH 4,6. Secara fisik, POME ini bisa dikenali dari warna yang kecoklatan serta mengandung sejumlah padatan, minyak, lemak, dengan memiliki kadar COD serta BOD yang tinggi. Hingga POME tersebut sedapat mungkin diolah dahulu supaya kadar COD serta BOD berdasarkan dengan baku mutu pada saat akan di buang ke sungai atau sebaiknya limbah utama sawit ini digunakan untuk biogas dari limbah kelapa sawit. Soal kadar COD dan BOD diperbolehkan untuk dapat di buang ke sungai, maka di atur oleh Keputusan Meneg LH, Nomor 51 Tahun 1995, yaitu tentang kadar COD 350 mg /l dan kadar BOD 100 mg/l.

Pengolahan Limbah Kelapa Sawit Berdasarkan Baku Mutu untuk POME

Sebelum membahas tentang biogas dari limbah kelapa sawit, sebaiknya terlebih dahulu menyimak mengenai pengolahan POME. Pengolahan POME terhadap pabrik sawit harus menyiapkan kolam. Bukan sembarangan kolam dibuat, melainkan terdapat empat model kolam diperlukan untuk pengolahan POME dengan aman serta berdasarkan dengan buku mutu. Diantaranya :

-          Kolam yang pertama yaitu “Fait Pit” / kolam lemak.

-          Kolam yang kedua yaitu “Cooling Pond” / kolam pendingin.

-          Kolam ketiga yaitu “Anaerobic Pond” / kolam aerobic.

-          Kolam yang terbuka untuk dapat mengolah POME yang dinilai mmepunyai segi pengelolaan lebih ekonomis.

Namun kendalanya yaitu membutuhkan lahan luas untuk membuat kolam pada saat POME dihasilkan oleh pabrik minyak sawit semakin banyak jumlahnya. Karena itu, altrenatif paling bijak dengan jumlah POME semakin banyak yaitu dengan cara membuat biogas berasal dari limbah kelapa sawit.

Biogas berasal dari TKKS ,ada biogas dari tandan kelapa sawit yang telah kita ketahui TKKS yaitu dari pabrik kelapa sawit. Pada umumnya, cara pengolahan limbah padat kelapa sawit tersebut diolah dari tandan kosong kelapa sawit ini dengan menggunakan metode dengan nama ‘dry fermentation’. Metode yang satu ini dipilih karena melihat komponen dari tandan kosong kelapa sawit tinggi dengan memiliki serat. Kandungan sellulosa tandan kosong kelapa sawit sekitar 41% hingga 33% dan kandungan lignin sekitar 27% hingga 32%.

Biogas Dari Limbah Kelapa Sawit

Biogas berasal dari limbah kelapa sawit maupun dikenal dengan POME yang dihasilkan dengan bantuan bakteri asidognik dan metanogenik. Biogas dihasilkan mempunyai sifat mudah terbakar, tidak mempunyai bau, dan tidak mempunyai warna. Tetapi, pada pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai biogas untuk pembakaran, misalnya LPG atau Gas LPG, pada saat api sedang menyala, warna dihasilkan yaitu biru. Biogas dimanfaatkan untuk pembakaran layaknya gas LPG, maka efisiensi pembakarannya dengan angka 60% dengan memiliki kalori sebesar 20 MJ/Nm3. Sehingga salah satu manfaat dari cara pengolahan limbah kelapa sawit menjadi biogas dari limbah sawit yaitu untuk sekelas gas LPG untuk membantu nyala api.

Kandungan Biogas POME

Biogas yang dihasilkan POME ini mempunyai kandungan yang banyak. Terdapat delapan unsur kandungan yang ada pada komposisi biogas POME. Kandungan biogas ada unsur gas metana dengan memiliki konsentrasi 50% hingga 70%. Unsur gas karbon dioksida dengan memiliki konsentrasi sekitar 25% hingga 45%. Unsur uap air 2% hingga 7%. Unsur gas oksigen, nitrogen, serta hydrogen sulfide memiliki konsentrasi pada kisaran <2%. Dan unsur gas ammonia serta hydrogen konsentrasinya kisaran <1%. Kandungan tersebut rata-rata setiap saat pabrik memproduksi pengolahan limbah padat kelapa sawit, maka dapat dihasilkan ke delapan unsur itu.

Produksi Pengolahan Limbah Padat Kelapa Sawit Sebagai  Pakan Ternak Secara Alami

Berlangsungnya memproduksi biogas POME meski memanfaatkan bantuan bakteri, tetap terjadi dengan cara alami. Produksi pengolahan limbah pabrik kelapa sawit memanfaatkan adanya dari mikroorganisme untuk dapat memudahkan penguraian limbah yang tergolong organic. Substrat diperlukan pada konversi biologis anaerobic biogas antara lain senyawa organic, cairan, padatan, tanaman sebagai residu dan energy. Untuk residu sebagai sebuah substrat ini, diantaranya yaitu residu industry, residu pertanian, hingga residu rumah tangga. Lalu semua substrat itu dikonversi dengan kondisi anaerobic serta menghasilkan empat produk.

Pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai pakan ternak harus di kondisikan secara anaerob. Karena produksi biogas POME ini menjadi lebih selektif dengan kondisi tersebut. Dari gas metana dihasilkan masih ada sisa limbah cair kelapa sawit. Limbah ini mempunyai kandungan nitrogen dan fosfor tinggi. Hingga hasil pengolahan POME tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai biogas, tetapi sisa limbah ini bisa dimanfaatkan sebagai pupuk.

Pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai pakan ternak untuk pakan ternak banyak sekali diterapkan. Penggantian dedak padi dengan lumpur sawit. Sehingga sangat penting untuk pakan ternak karena dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi ternak tersebut, bahkan kecenderungan kadar protein menjadi meningkat.

Pengolahan Dan Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit Menjadi Biogas

HEAD OFFICE

PT. KHARISMAPRATAMA ABADISEJATINDO
Address : Jln. Kompleks Bumi Sunggal Blok C/E no 7, Medan – North Sumatera, Indonesia
Telephone : +62 61 8469822 - 8469806 - 8472878 Fax : +62 61 8469790
Email : sales.medan@kharisma-sawit.com; sparepart.medan@kharisma-sawit.com

JAKARTA REPRESENTATIVE

Telephone : +62-21-6332821/ 08561937055 / 0821108677322
Fax : +62-21-6345859
Email : sales.jakarta@kharisma-sawit.com
sparepart.jakarta@kharisma-sawit.com

For Information of Our product & Newsletter, please fill in below information