Kelebihan dan Kekurangan Vertical Sterilizer dan Horizontal Sterilizer

Kelebihan dan Kekurangan Vertical Sterilizer dan Horizontal Sterilizer

Kw: pintu rebusan, pintu rebusan sawit, packing pintu rebusan, karet pintu rebusan, jual packing pintu rebusan

Stasiun perebusan pada pabrik kelapa sawit akan memproses daging buah kelapa sawit menjadi lunak, sehingga partikel cair bisa terpisah dari partikel padat saat proses pengepresan. Enzim pectin yang ada di buah pun dimatikan, ini juga menjadi faktor yang mempermudah buah lepas dari tangkainya. Secara umum, proses kerja yang terjadi di stasiun perebusan dimulai dari mengeluarkan udara di dalam bejana, melunakkan daging buah, dan memberikan jarak kernel dengan kulit dan terakhir, membuang steam.

Kenapa udara harus dikeluarkan? Karena sifatnya yang mampu menjadi penyalur panas yang buruk, sehingga kalor dari steam lebih mudah sampai ke daging buah. Jika proses pemisahan ini tidak berhasil, maka proses pembuangan udara harus dikerjakan dua kali. Mesin perebusan dibagi menjadi beberapa jenis didasarkan dua kriteria, yaitu berdasarkan posisinya dibagi menjadi horizontal, vertical, dan miring. Sedangkan jika dibedakan berdasar bejananya, dibagi menjadi tabung dan bola. Berbeda bentuk akan membedakan posisi pintu rebusan dalam mesin sterilizer. Ukuran pintu rebusan sawit pun bervariasi didasarkan pada bentuknya. Karet pintu rebusan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan sterilizer di stasiun perebusan.

Melihat kepada dua jenis mesin perebusan yaitu horizontal dan vertical, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Produsen tentu bisa memilih mesin mana yang akan digunakan sesuai kebutuhan dalam pabrik.

 1. Vertical sterilizer

Kelebihan: mampu mengurangi biaya perawatan pabrik, alasannya tidak membutuhkan lori, rel, kapstan, hoisting crane serta beragam aksesorisnya. Ini akan menghemat energi utama di stasiun perebusan.

Kekurangan: risiko kehilangan minyak cukup tinggi. Hal ini diakibatkan beberapa faktor pendukung, yaitu ada cukup banyak tandon buah sawit yang menumpuk, sehingga hasil perebusan lebih lembek. Vertical sterilizer hanya bisa dibersihkan seminggu sekali, sehingga lubang saringan di bagian bawah mudah tersumbat, akibatnya banyak kondensat yang tertinggal. Selain itu vertical sterilizer yang dibantu air akan bersenggolan dengan buah, dan hampir semua tandon buah sawit tidak sepenuhnya bersih dari kotoran tanah.

2. Horizontal sterilizer

Kelebihan: tidak menggunakan scraper conveyor, sehingga tidak butuh rantai berharga mahal. Kondensat pun lebih sedikit, buah-buahnya pun bisa disimpan di lori agar tidak menumpuk di loading ramp.

Kekurangan: rail track yang ada di rebusan bisa mudah memuai, adanya transfer carriage untuk transisi jalur lori, adanya transfer carriage untuk transisi jalur lori, serta dibutuhkan crane untuk menuang buah, serta waktu perebusan yang lebih lama. Ini diakibatkan waktu pembuangan udara yang juga berpengaruh di pembuangan.

Beberapa hal yang memegang pengaruh dalam stasiun perebusan, yaitu kualitas steam, pengaturan steam, serta waktu perebusan. Kualitas steam harus stabil, dalam arti tidak boleh naik turun, apalagi sampai ada dalam kondisi drop. Serta, kualitas air juga harus baik karena akan berpengaruh saat proses perebusan berlangsung.

Packing pintu rebusan dibuat dari bahan berkualitas, sehingga ikut menunjang proses perebusan yang terjadi. Jika Anda menemui kerusakan pada pintu rebusan, segera ganti dengan yang baru. Kini ada banyak yang menjual jual packing pintu rebusan. Karya anak bangsa pun sudah ada yang diperjualbelikan dan siap bersaing dengan hasil Negara lain. Anda bisa mendapatkan dengan mudah. Namun agar tidak semakin menambah biaya produksi, pastikan melakukan pemeriksaan secara rutin agar kerusakan kecil dapat dicegah dan tidak membesar. Selamat menimbang, dan semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Ini Lho, Komponen dan Fungsi Mesin Pencacah Pada Pabrik Kelapa Sawit

Ini Lho, Komponen dan Fungsi Mesin Pencacah Pada Pabrik Kelapa Sawit

Kw: harga mesin pencacah tankos, mesin perajang tandan kosong sawit, harga mesin pencacah tandan sawit, mesin pencacah janjang sawit, mesin penghancur tandan sawit

Keberadaan mesin pencacah janjang sawit di industry kelapa sawit ternyata tidak kalah penting dengan mesin pengolah biji kelapa sawit. Lumayan, itulah nilai guna yang dilekatkan pada tandan kelapa sawit. Para pengusaha banyak yang memanfaatkan mesin pencacah janjang sawit ini untuk hal lain, dan yang paling sering dipilih adalah memberi pakan ternak serta mengolah tandan kelapa sawit yang tidak laku. Untuk harga, harga mesin pencacah janjang sawit cukup bervariasi dan tergantung pada kapasitas serta merknya.

Untuk menjadi mesin yang multifungsi, dibutuhkan beberapa komponen pendukung untuk menjadikan mesin ini berfungsi maksimal. Inilah beberapa komponen yang ada pada mesin perajang tandan kosong sawit yang pada intinya terdiri dari dua bagian besar, yaitu conveyor dan mesin pencacah itu sendiri.

  1. Mesin penggerak. Berupa motor listrik atau motor diesel yang bertugas memasok energy dan menggerakkan mesin
  2. V-belt. Fungsinya sama seperti mesin lain, yaitu menghubungkan mesin dan gearbox agar mampu mentransmisi daya yang dihasilkan mesin penggerak
  3. Rangka. Dikenal pula dengan sebutan chasing, fungsinya adalah menyangga komponen dan melindungi mesin
  4. Gearbox. Putaran mesin akan diubah menjadi gerakan naik turun dengan kekuatan yang lebih besar untuk mencacah
  5. Pisau. Inti dari mesin penghancur tandan sawit ada pada pisau ini. Terdapat sepasang pisau yang akan bergerak sesuai ritme. Tandan akan dirajang hingga menjadi serpihan kecil

Tipe dan harga meisn pencacah tankos cukup beragam dan bervariasi. Dibedakan berdasar fungsi, ukuran, bahan pembuat atau material, serta ukuran dan juga system pesau pencacah. Mayoritas memakai bahan baja yang kuat dengan ukuran mulai 2 mm hingga 24 mm. Untuk pisaunya, akan menggunakan metode kombinasi, sehingga kerja mencacah jadi lebih cepat  dan lebih halus.

Kapasitas dari mesin ini menjadi sesuatu yang dipertimbangkan dengan matang sebelum membeli. Pabrik kapasitas kecil bisa menggunakan kapasitas 50-75 kg/jam karena dinilai sudah cukup untuk menjalankan mesin secara maksimal dan memberikan hasil dengan cacahan yang baik. Namun untuk perusahaan dengan skala lebih besar, tentu akan membutuhkan mesin dengan kapasitas yang lebih besar pula agar semakin banyak kelapa sawit yang bisa dicacah.

Seperti yang sudah disinggung di atas, mesin pencacah janjang sawit adalah mesin yang multifungsi. Selain banyak digunakan untuk pakan ternak, mesin ini juga dipakai untuk mencacah bahan lain. Kacang beserta kulitnya, kedelai, kulit kopi dan juga jagung adalah beberapa bahan yang biasa dicacah dengan mesin ini. Lalu, fungsi lain dari mesin penghancur tandan sawit adalah untuk pembuangan akhir bahan yang tidak lagi terpakai seperti kotoran hewan, rumput serta alang-alang. tapi jika Anda merasa khawatir dengan kualitas mesin Anda, tentu Anda berhak untuk menjadikannya sebagai pencacah kelapa sawit saja.

Proses penyaringan, pengendalian dan pemisahan yang terjadi selama pemrosesan kelapa sawit akan terasa tidak lengkap tanpa adanya mesin perajang tandan kosong sawit. Hasil cacahan tidak akan lembut dan tidak memenuhi standart. Maka tidak heran, di setiap perusahaan kelapa sawit selalu ada mesin satu ini. Untuk pemakaiannya ternyata tidak begitu rumit. Namun meski bisa dijalankan oleh siapa saja, tetap saja ada instruksi yang harus diikuti sebelum menjalankan mesin ini. Jika Anda berminat untuk menjalankan mesin ini, pastikan sudah mengenal seluk beluk mesin ini agar tidak membahayakan Anda, atau perusahaan.

Ini Cara Penurunan Oil Losses di Sludge Separator

Ini Cara Penurunan Oil Losses di Sludge Separator

Kw: sludge centrifuge pabrik sawit, sludge centrifuge operation, losses sludge separator, cara perawatan centrifuge

Sludge centrifuge pabrik sawit bekerja sebagai alat untuk pengutipan kembali kandungan minyak kelapa sawit yang masih ada dalam sludge under flow. Dalam proses kerjanya, akan ada minyak yang hilang selama proses. Hal ini memang bisa diminimalisir dengan penggunaan alat dengan kualitas terbaik, namun tidak semua perusahaan kelapa sawit mempunyai mesin dengan kualitas apik. Padahal, minyak yang hilang dalam jumlah banyak akan membawa kerugian yang besar bagi perusahaan.

Selain memeriksa keadaan mesin, cara perawatan centrifudge harus dipastikan benar agar sesuai dan bisa memaksimalkan kinerjanya. Sludge centrifuge operation akan menemui cukup banyak hambatan selama proses kerjanya berlangsung. Hambatan ini menjadi penyebab utama hilangnya minyak atau losses sludge separator. Anda harus mengenali semua hal yang menjadi penyebabnya, agar mampu mengantisipasi serta menekan losses sludge separator.

  1. Pada sludge separator ada sebuah komponen yang bernama nozzle. Komponen ini harus dipilih yang terbaik, berdasarkan mutunya. Jika perhatian Anda terlewat dan membiarkan nozzle sludge separator dalam keadaan aus, maka bisa dipastikan akan membuat minyak yang hilang semakin banyak
  2. Temperatur feeding terlalu rendah. Jika ada di suhu yang terlalu rendah, proses pemisahan minyak dan air yang disebabkan emulsi akan sulit dilakukan. Minimal, suhu yang dibutuhkan adalah 70 deg Celcius. Semakin tinggi temperatur akan semakin baik untuk proses pemisahan ini. Tapi, tetap harus dibatasi oleh kandungan Carotene dan Dobi yang bisa rusak jika suhu terlalu tinggi dan menyentuh anfka 110 deg Celcius. Serta, tekanan kerja dalam proses hanya 3-3,5 bar di mana temperatur optimalnya pada diagram moleh 95 deg Celcius
  3. Kandungan minyak terlalu berlebih. Batasnya maksimal adalah 5% dari Underflow Continous Clarifier Tank (CCT). Jika ini terjadi, maka Anda harus segera memperbaiki performa Continous Clarifier Tank
  4. Kekentalan sludge. Kekentalan sludge tergambar dari kandungan moisture dari struktur sludge di centrifuge. Moisture harus diupayakan agar ada di kondisi lebih kurang 30-40% dan harus disesuaikan dengan karakter sludge di pabrik. Percobaan di awal patut dilakukan untuk menyesuaikan kondisi sludge yang ada. Jika terlalu rendah, sludge akan begitu kental dan sulit dipisahkan di separator, dan bila terlalu tinggi akibat volume limbah bertambah pun juga tidak baik. Harus pas dan sesuai 
  5. Emulsi. Penyebabnya adalah surfaktan, yaitu molekul yang bisa mengikat dua molekul berbeda. Surfaktan mampu mengikat air dan juga minyak secara bersamaan, sehingga diperlukan pencegahan agar tidak sampai molekul ini masuk saat proses produksi. Surfaktan bisa bersumber pada deterjen atau abu janjang, tanah lempung dan juga kotoran dari TBS. Deterjen bisa masuk saat proses pembersihan pabrik. Sebagai saran, pencucian lantai pabrik harus mengupayakan air cucian jangan sampai masuk ke sludge pit atau condesate pit. Apabila TBS dari kebun kotor, sebisa mungkin pastikan kisi-kisi loading ramp mampu memperkecil kotoran yang masuk ke pabrik.

HEAD OFFICE

PT. KHARISMAPRATAMA ABADISEJATINDO
Address : Jln. Kompleks Bumi Sunggal Blok C/E no 7, Medan – North Sumatera, Indonesia
Telephone : +62 61 8469822 - 8469806 - 8472878 Fax : +62 61 8469790
Email : sales.medan@kharisma-sawit.com; sparepart.medan@kharisma-sawit.com

JAKARTA REPRESENTATIVE

Telephone : +62-21-6332821/ 08561937055 / 0821108677322
Fax : +62-21-6345859
Email : sales.jakarta@kharisma-sawit.com
sparepart.jakarta@kharisma-sawit.com

For Information of Our product & Newsletter, please fill in below information