Mengenal Serabut dan Cangkang, Komponen Penting di Pabrik Kelapa Sawit

Mengenal Serabut dan Cangkang, Komponen Penting di Pabrik Kelapa Sawit

Ketel uap pabrik kelapa sawit memang masih asing untuk sebagian orang. Namun yang sudah familiar dengan pabrik kelapa sawit, pasti mengenal mesin satu ini. Ketel uap atau boiler adalah salah satu mesin yang berperan besar pada pabrik kelapa sawit. Keberadaannya dibutuhkan untuk proses pengolahan kelapa sawit menjadi bahan baku yang lebih bernilai atau mempunyai fungsi lebih.

Ketel uap tankos kelapa sawit adalah alat yang akan mengubah energi air menjadi uap dengan pemanasan sesuai suhu yang dibutuhkan oleh air untuk penguapan, dan semua didapatkan dari pembakaran bahan bakar di ruang ketel uap. Uap ini sangat bermanfaat, karena dapat digunakan oleh semua alat yang membutuhkan tenaga uap di pabrik kelapa sawit, khususnya turbin. Pada pabrik kelapa sawit umumnya menggunakan turbin uap, yang menjadi sumber penggerak generator.

Agar kualitas dari ketel uap pabrik kelapa sawit sesuai yang diinginkan, maka perlu sejumlah suhu panas yang akan menguapkan air tersebut. Panas ini didapat dari pembakaran di ruang ketel. Syarat untuk mendapat panas yang sesuai adalah:

  1. Ketel uap cangkang sawit menggunakan perbandingan bahan bakar berdasarkan cangkang dan juga serabut
  2. Udara yang digunakan harus cukup dan sesuai
  3. Panas sesuai suhu yang dibutuhkan, sehingga pembakaran dapat dimulai
  4. Kerapatan cukup untuk merambatkan nyala api
  5. Waktu yang dibutuhkan untuk proses pembakaran tercukupi

Bahan bakar yang digunakan pelet untuk ketel uap pabrik sawit adalah serabut dan juga cangkang dari kelapa sawit. Karena mempunyai fungsi yang penting, maka bahan bakar sendiri tidak boleh sembarangan. Cangkang serta serabut adalah dua bahan yang mudah ditemui di pabrik kelapa sawit. Kedua benda ini juga termasuk sebagai limbah pabrik kelapa sawit yang tidak digunakan. Nilai kalor dari kedua bahan ini sendiri mampu memenuhi suhu panas yang dibutuhkan agar pembakaran berjalan sempurna.

Cangkang dan serabut memiliki nilai guna yang cukup tinggi dan bisa dimanfaatkan dengan baik. Daripada menjadi limbah yang tidak berguna, akan lebih baik jika dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler tankos sawit. Cangkang kelapa sawit berwarna hitam dan berbentuk seperti batok kelapa. Letaknya ada di bagian dalam buah kelapa sawit yang ditutupi oleh serabut. Di dalam cangkang terdapat unsur kimia, seperti Carbon (C), Hidrogen (H2), Nitrogen (N2), Oksigen (O2), dan abu.

Sedangkan serabut, yang juga dipakai sebagai pelet untuk boiler pabrik sawit berbentuk seperti rambut, dan jika sudah mengalami proses pengolahan akan berubah warna menjadi cokelat muda. Letaknya ada di bagian kedua dari buah kelapa sawit setelah kulit, dan juga buah kelapa sawit. Di dalam serabut dan daging inilah tempat terkandungnya minyak CPO.

Jika dibandingkan, jumlah panas yang dihasilkan oleh serabut lebih kecil daripada cangkang. Penggunaan serabut yang terlalu banyak pun tidak terlalu disarankan, karena akan memberi dampak buruk pada proses pembakaran, karena akan menghambat proses panas di water wall. Abu hasil pembakaran akan berterbrangan dan menutupi pipa water wall.

Ketel uap yang dipakai di pabrik kelapa sawit umumnya adalah ketel uap yang berkapasitas 20.000 kg uap/jam dan mempunyai tekanan 20 kg/cm2. Umumnya butuh 2 boiler untuk pabrik kelapa sawit demi proses pengolahan kelapa sawit. Penggunaan boiler sangat membantu proses kelapa sawit agar lebih cepat diolah. Mengingat jenisnya yang begitu banyak, maka konsumen bebas memilih boiler yang sesuai dengan kebutuhan.

Solusi Bahan Bakar yang Semakin Menipis, Energi Terbarukan dari Limbah Sawit

Solusi Bahan Bakar yang Semakin Menipis, Energi Terbarukan dari Limbah Sawit

Sudah bukan rahasia, jika harga gas kini semakin mahal. Berulang kali rumor LPG 3 kg akan dihapuskan cukup membuat masyarakat ketakutan. Namun tidak bisa dipungkiri juga, jika terus dipakai dengan tidak bijak, energi di muka bumi ini akan habis. Maka, salah satu solusinya adalah dengan menggunakan energi terbarukan. Salah satunya adalah energi terbarukan dari limbah sawit.

Memang sudah saatnya, pemerintah mulai beralih menggunakan renewable energy untuk bersiap akan kemungkinan habisnya minyak dan gas bumi. Sementara kebutuhan energi di masa depan pun masih sangat dibutuhkan. Energi biomassa yang sampai saat ini belum banyak digunakan adalah energi terbarukan dari limbah pabrik kelapa sawit atau energi biomassa.

Limbah pabrik kelapa sawit di Indonesia kini bisa mencapai jutaan ton per tahun. Jika diolah dengan tepat, dari banyaknya limbah tersebut bisa diubah menjadi biogas dan digunakan sebagai energi yang terbarukan. Diperkirakan dari banyaknya limbah pabrik kelapa sawit dalam setahun, dapat memenuhi hingga satu milyar KK dalam satu tahun. Bayangkan, sudah berapa banyak minyak dan gas bumi yang dihemat dengan cara ini.

Biogas sendiri adalah gas yang sifatnya terbarukan, dan lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan BBM dan BBG. Komponen utama dari biogas adalah gas metan (CH4), yang dihasilkan dari pengolahan kotoran ternak dan kotoran manusia. Sebenarnya pemanfaatan biogas sudah digunakan sejak beberapa puluh tahun lalu, namun belum banyak yang sadar jika limbah atau kotoran ini dapat menjadi energi hijau dari limbah pks.

Gas metan atau komponen utama dari biogas ini dapat dihasilkan dari dua limbah sekaligus, yaitu limbah kelapa sawit padat dan limbah kelapa sawit cair. Meskipun yang dihasilkan sama, namun limbah kelapa sawit padat butuh waktu lebih lama dan harus melewati proses yang lebih rumit untuk mendapatkan gas metan. Bahan bakar pengganti yang berasal dari limbah-limba ini diharapkan nantinya akan menjadi pembangkit listrik energi terbarukan yang akan menyelamatkan masa depan.

Berbicara tentang gas metan, pembentukan gas ini sendiri melalui proses yang cukup kompleks. Beberapa jenis mikroba secara bertahap akan melakukan perompakan bahan organik di limbah cair atau limbah padat hingga muncul gas metan. Berikut tahapan yang harus dilalui hingga muncul gas metan:

  • Pertama, kelompok mikroba hidrolitik memecah bahan organik menjadi senyawa lebih kecil, seperti polimer dan monomer. Dari proses ini, akan muncul bahan organik seperti glukosa, asam amino, dan asam lemak
  • Kedua, kelompok mikroba fermentasi asam. Kelompok ini merombak monomer organik menjadi asam, yaitu senyawa asam organik, alkohol serta keton
  • Ketiga, kelompok mikroba acetogenik merombaknya menjadi asam asetat, CO2 dan H2
  • Keempat, mikroba menghasilkan metanogenik, dan akan mengubah asam-asam ini menjadi gas metan

Semua proses terjadi tanpa adanya bantuan dari O2, atau dikenal juga dengan kondisi anaerob. Pembentukan gas metan ini cukup lambat, dan gas yang dihasilkan pun cukup sedikit. Maka, untuk mengubah limbah pabrik kelapa sawit dalam jumlah besar harus dilakukan rekayasa. Caranya:

  • Pertama, limbah cair ditempatkan pada bioreaktor yang sudah diatur sehingga kondisinya optimum untuk memproduksi biogas
  • Kedua, akan ditambahkan mikroba yang mempercepat pembentukan gas metan
  • Ketiga, bioreaktor ditutup rapat sehingga tidak membuat gas metan keluar dari bioreaktor
  • Keempat, gas metan yang telah terbentuk dialirkan ke tangki penampungan

Proses ini akan menghasilkan energi hijau dari limbah pabrik sawit. Gas metan yang sudah ditampung bisa digunakan untuk banyak kepentingan. Alternatif lain adalah, memampatkan gas metan serta mencairkan gas ini, lalu dipindahkan ke tabung-tabung kecil seperti tabung elpiji. Jika melalui pengolahan yang tepat dan sempurna, gas metan ini dapat diubah menjadi energi yang besar, dan menjadi pembangkit listrik energi terbarukan.

Jika pengembangan ini terus mendapat perhatian dan diteliti dengan serius, bukan tidak mungkin gas LPG yang semakin mahal harganya akan digantikan dengan biogas yang jauh lebih murah. Solusi bahan bakar yang kian meninggi sudah ada, semoga segera mendapat penanganan yang serius, dan melewati tahap penelitian lebih lanjut.

Ini Lho, Cara Tepat Memilih Pencacah Tandan Kosong Sawit

Ini Lho, Cara Tepat Memilih Pencacah Tandan Kosong Sawit

Apa jadinya pabrik kelapa sawit tanpa adanya mesin pencacah tandan kosong? Mesin ini bisa disebut sebagai salah satu mesin terpenting yang ada dalam pabrik kelapa sawit. Proses penyaringan, pemindahan, dan pengendalian tidak akan berjalan sempurna tanpa adanya mesin ini. Mesin pencacah tandan kosong sawit juga berfungsi menghancurkan sisa-sisa sabut dan sawit hingga bertekstur lembut.

Pentingnya mesin pencacah tandan kosong dalam proses pengolahan kelapa sawit membuat pemilik pabrik kelapa sawit tidak boleh asal pilih. Diperlukan pemahaman terkait mesin ini. Meski ada banyak yang jual pencacah tandan kosong sawit, ada baiknya pilih sesuai kebutuhan. Perlu diketahui bahwa mesin ini terdiri dari beberapa tipe, yang akan membuat harga satu tipe dengan tipe lain berbeda. Tipe mesin ini sendiri ditentukan dari material, fungsi, ukuran dan juga sistem pisau pencacah.

Meski ada banyak produsen yang jual perajang tandan kosong sawit, tidak semua produsen memiliki semua tipe. Beberapa tipe yang bisa kamu pilih dimulai dari ukuran 2 mm, 5 mm, 10 mm, 14 mm hingga 24 mm. Untuk sistem pisau sendiri memakai metode kombinasi yang berpengaruh pada kecepatan mencacah dan tidak membuat hasil akhirnya kasar.

Untuk kapasitas tandan kosong kelapa sawit sebagai bioetanol sedikit berbeda dengan jenis sebelumnya. Pertimbangan seperti ukuran dan batasan kelapa sawit yang diolah bisa dipertimbangkan jika ingin hasil cacahan cepat dan tidak mengganggu proses penyaringan Biasanya pabrik kecil akan menggunakan kapasitas 50-75 kg dengan skala besar, yang secara otomatis membutuhkan kapasitas lebih besar.

Meski dengan mudah kamu dapat menemui tempat yang jual shredder tandan kosong sawit, ada baiknya kamu mengenal komponen-komponen apa saja yang ada di dalam mesin ini, seperti:

  • Mesin penggerak yang berupa motor listrik atau mesin diesel
  • Rangka, yang terbuat dari baja dengan fungsi menegakkan mesin dan juga tempat
  • V-belt yang akan meneruskan tenga dari mesin penggerak ke gearbox
  • Gear box yang tidak kalah penting karena akan mengubah putaran atau RPM dari mesin penggerak sehingga turun dan punya kekuatan yang cukup besar
  • Pisau, yang berfungsi mencakar dan menghancurkan tandan kosong kelapa sawit menjadi serpihan yang lebih kecil

Khusus untuk tandan kosong kelapa sawit dibutuhkan alat yang bisa mencabik hingga menjadi serpihan kecil. Alat yang dimaksudkan adalah shredder. Alat satu ini dilengkapi dengan pisau kecil berbentuk bulat. Setiap pisaunya dilengkapi hook yang siap mencabik tandan kosong sawit.

Memiliki mesin pencacah tankos bisa disebut juga sebagai investasi, karena selain bisa menyempurnakan proses pengolahan kelapa sawit, mesin ini juga bisa mencacah dan menghaluskan bahan-bahan seperti kedelai, kulit kacang, kulit kopi, jagung dan masih banyak lagi. Namun, meski mesin ini cukup multifungsi, penggunaannya ditentukan kebutuhan konsumen. Jenis yang digunakan pun akan berbeda antara orang satu dengan orang yang lain. Untungnya ada banyak pihak yang jual cutter plate shredder tankos sawit, sehingga tidak sulit untuk menemukan mesin ini. Terlebih jika dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mesin ini sebenarnya cukup mudah untuk dijalankan, sehingga bisa dijalankan oleh siapapun. Namun tetap perlu diperhatikan instruksi yang diberikan untuk menghindari hal-hal buruk yang tidak diinginkan. Mesin ini tentu cocok untuk pabrik kelapa sawit dan semua pabrik yang ingin semua proses pengolahannya sempurna. Jadi, sudah dapat produsen yang jual shredder tankos sawit berkualitas bagus dengan harga bersaing?

HEAD OFFICE

PT. KHARISMAPRATAMA ABADISEJATINDO
Address : Jln. Kompleks Bumi Sunggal Blok C/E no 7, Medan – North Sumatera, Indonesia
Telephone : +62 61 8469822 - 8469806 - 8472878 Fax : +62 61 8469790
Email : sales.medan@kharisma-sawit.com; sparepart.medan@kharisma-sawit.com

JAKARTA REPRESENTATIVE

Telephone : +62-21-6332821/ 08561937055 / 0821108677322
Fax : +62-21-6345859
Email : sales.jakarta@kharisma-sawit.com
sparepart.jakarta@kharisma-sawit.com

For Information of Our product & Newsletter, please fill in below information