Mengenal Sistem Perebusan Pada Sterilizer

Mengenal Sistem Perebusan Pada Sterilizer

Kunci perahan kilang sawit yang maksimal ada pada sterilizer. Dengan memanfaatkan tekanan steam yang berasal dari boiler dan dipakai untuk merebus tandan buah segar di sebuah bejana. Jika terjadi perebusan yang tidak sempurna, maka akan berpengaruh pada langkah berikutnya, yaitu thresing, press, nut plant, hingga ke boiler. Singkatnya, sterilizer memegang peranan penting dalam proses pengolahan kelapa sawit.

Beberapa bagian yang ada pada stasiun ini memiliki fungsi yang berbeda satu sama lain, yaitu:

  1. Unit sterilizer: dilengkapi dua unit pintu dengan fungsi sebagai tempat merebus tandan buah segar
  2. Paip dan valve inlet: berfungsi memasukkan steam ke sterilizer
  3. Paip dan valve condensate: sebagai pembuangan steam hasil kondensasi yang selanjutnya ditampung di blowdown chamber dan condensate pit
  4. Paip dan exhaust valve: untuk pembuangan steam eks perebusan
  5. Programable Logic Controller: untuk mengatur dan mengontrol sistem perebusan, baik secara manual atau otomatis
  6. Safety valve: adalah katup pengaman saat tekanan di steriliszer berlebihan. Direkomendasikan untuk mencari yang jual hydraulic solenoid valve, karena lebih aman dan punya daya tahan yang bagus
  7. Cantilever rail bridge: sebagai jembatan masuk dan keluarnya tong buah
  8. Air compressor: sebagai membekal tekanan udara untuk mengaktifkan pneumatic valve
  9. Alat ukur (gauge): untuk memonitor pengoperasian alat seperti pressure gauge. Pastikan mencari pihak yang jual pressure gauge pabrik sawit dengan kualitas terbaik
  10. Capstan, bollard, indexer, jentolak: berfungsi menarik tong buah (cages) masuk dan keluar dari sterilizer
  11. Hydraulic system: membuka dan menutup pintu sterilizer, mengangkat rail bridge dan menolak cages. Ada cukup banyak yang jual hydraulic pump pabrik sawit, sehingga akan memudahkanmu mencari jenis ini

Metode perebusan di cages atau tong ini cukup bervariasi. Jenis sterilizer horizontal memakai tong yang akan mengatur tekanan hinggal triple peak dengan tekanan 3 bar. Saat 1st peak tekanan steam akan ditahan di 1,5 bar hingga 15-20 menit. Tujuannya untuk mendorong udara yang ada di tabung perebusan. Udara yang ada di dalam bisa menimbulkan perubahan fase dari uap menjadi cair karena adanya perbedaan suhu.

Saat 2nd peak, ditahan di 2,5 bar selama 15-20 menit. Tujuannya untuk mendorong air condensate yang menggenang di bawah lantai sterilizer keluar melalui condensate valve. Air condensate yang menumpuk hingga menggenangi FFB bisa membuat oil losses pada condensate meningkat. Proses perebusan buah sendiri terjadi pada 3rd peak. Jika sudah mencapai 3 bar, penahan steam akan ditahan selama 40-45 menit. Saat memasuki tekanan ini diharapkan buah sudah ada pada kondisi yang matang, dan akan siap diproses pada stasiun selanjutnya.

Ada pula bagian yang dinamakan emergency valve trip. Bagian ini berfungsi untuk menutup aliran uap yang masuk ke casing secara otomatis apabila terjadi hal-hal berikut:

  • Putaran turbin terlalu tinggi dan melebihi batas, karena akan mengakibatkan alat over speed trip dan membuat alat bekerja dan mendorong tuas serta klep dengan berat
  • Putaran terlalu rendah, karena akan berimbas pada tekanan minyak akan melepaskan tuas (valve trip level) dan emergency valve menutup dengan cepat. Tidak menutup kemungkinan hal ini akan mengakibatkan emergency valve rusak

Selalu pastikan mencari sparepart dengan kualitas terbaik, termasuk untuk komponen seal kit hydraulic dan pressure control valve hydraulic di produsen terpercaya. Meski dengan mudah menemukan produsen yang jual seal kit hydraulic cylinder dan jual pressure control valve hydraulic, kamu tidak boleh memilih sembarangan dan harus selalu memastikan yang menjual adalah agen terpercaya.

Itu tadi sekilas tentang sistem perebusan di sterilizer. Semoga dapat menambah pengetahuan kita tentang mesin yang ada di pabrik kelapa sawit ini.

Ini Lho Cara Kerja Mesin Screw Press Pabrik Kelapa Sawit

Ini Lho Cara Kerja Mesin Screw Press Pabrik Kelapa Sawit

Screw Press, salah satu mesin yang memegang peran besar dalam pabrik kelapa sawit ini adalah komponen utama mesin pengekstraksi Crude Palm Oil atau minyak mentah sawit dari tandan buah segar. Nantinya screw presslah yang akan mempress buah sawit. Untuk kapasitasnya sendiri, screw press dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu P10, P15, P20 dan P30. Sparepart di bagian dalam ini sangat wajib untuk dijaga, agar mesin tetap bisa bekerja dengan prima. Ada cukup banyak orang yang mencari produsen yang jual press cage screen efb press, salah satu komponen mesin screw press, yang juga merupakan bagian penting dari mesin ini.

Cara kerja mesin ini sendiri berbeda-beda tergantung dari tipenya. Berdasarkan tipenya, screw press dibagi menjadi 3 jenis, yaitu speichim, usine de wecker, dan stork. Ketiga alat ini punya pengaruh yang berbeda terhadap efisiensi pengempaan. Jika speichim punya feed swrew yang akan membuat jumlah bahan yang masuk konstan dibandingkan besarnya grafitasi. Efeknya akan berpengaruh langsung terhadap oil losses yang terjadi. Namun sayangnya, mesin screw press dengan tipe ini membuat biaya perawatan sparepart jadi lebih tinggi. Sedangkan utnuk tipe stork, akan memproduksi alat press yang terdiri dari alat yang menggunakan feed screw dan juga tanpa feed screw. Untuk usine de wecker sendiri, jenis terakhir ini tidak dilengkapi dengan feed screw.

Pada mesin screw press ada bagian main shaft yang menjadi salah satu bagian dari sparepart yang harus dijaga dan dirawat dengan rutin. Jika sampai bagian ini rusak, Anda disarankan mencari tempat yang jual main shaft 705 mesin efb press, karena merek ini adalah merek yang cukup bagus dan terkenal. Selanjutnya kita akan beralih ke tekanan yang digunakan pada mesin screw press. Penggerak poros screw press adalah electromotor, yang dipindahkan dengan belt, gigi serta hydroulic. Power diset di angka 19-12 rpm untuk membuat screw bergerak. Jika ingin kadar minyak pada ampas turun, tekanan lawan harus dinaikkan dengan mengatur cone. Sayangnya, cara ini akan membuat jumlah biji pecah menjadi tinggi dan membuat mesin screw press cepat rusak.

Kerusakan cone sering terjadi di pabrik, dan jarang diperbaiki. Terlebih, operasi alat press dilakukan dengan cara manual maper arus masuk panel board. Hal ini harus dihindari lho, karena bertentangan dengan prinsip kerja alat continous pressing. Akibatnya bisa membuat electromotor rusak dan Anda harus mencari penggantinya. Namun jika saat ini Anda sedang mencari scroll mesin untuk screw press, carilah pihak yang jual CS Scroll mesin efb press, karena ini adalah salah satu merek yang cukup bagus.

Dua bagian lain yang sering dicari adalah jual scrapper blade efb press dan jual chain coupling complete efb press. Keduanya sama pentingnya dan memiliki peran yang besar dalam mesin screw press. Berbicara tentang screw press, tekanan yang terlalu bervariasi sendiri akan memberi efek negatif terhadap proses pengepressan dan untuk alat press itu sendiri. Namun, karena kini zaman semakin berkembang, alat tekanan press sudah bisa semakin stabil. Kenapa alat press harus distabilkan? Tujuannya adalah:

  • Menurunkan jumlah biji yang pecah
  • Memperkecil kemungkinan minyak pada ampas yang hilang
  • Memperpanjang umur alat-alat pada pabrik kelapa sawit

Cara untuk menstabilkan tekanan press sendiri dilakukan dengan sistem interlocking antara power penggerak screw dan hydraulic cone. Cara ini digunakan untuk mengurangi lonjakan tekanan yang terjadi antara variasi adonan, atau karena perubahan tegangan arus listrik.

Mengingat screw press adalah mesin inti pada pabrik kelapa sawit, pastikan melakukan pemeriksaan sparepart secara rutin agar tidak mengganggu kinerja mesin saat dipakai untuk memproses kelapa sawit.

Mengenal Serabut dan Cangkang, Komponen Penting di Pabrik Kelapa Sawit

Mengenal Serabut dan Cangkang, Komponen Penting di Pabrik Kelapa Sawit

Ketel uap pabrik kelapa sawit memang masih asing untuk sebagian orang. Namun yang sudah familiar dengan pabrik kelapa sawit, pasti mengenal mesin satu ini. Ketel uap atau boiler adalah salah satu mesin yang berperan besar pada pabrik kelapa sawit. Keberadaannya dibutuhkan untuk proses pengolahan kelapa sawit menjadi bahan baku yang lebih bernilai atau mempunyai fungsi lebih.

Ketel uap tankos kelapa sawit adalah alat yang akan mengubah energi air menjadi uap dengan pemanasan sesuai suhu yang dibutuhkan oleh air untuk penguapan, dan semua didapatkan dari pembakaran bahan bakar di ruang ketel uap. Uap ini sangat bermanfaat, karena dapat digunakan oleh semua alat yang membutuhkan tenaga uap di pabrik kelapa sawit, khususnya turbin. Pada pabrik kelapa sawit umumnya menggunakan turbin uap, yang menjadi sumber penggerak generator.

Agar kualitas dari ketel uap pabrik kelapa sawit sesuai yang diinginkan, maka perlu sejumlah suhu panas yang akan menguapkan air tersebut. Panas ini didapat dari pembakaran di ruang ketel. Syarat untuk mendapat panas yang sesuai adalah:

  1. Ketel uap cangkang sawit menggunakan perbandingan bahan bakar berdasarkan cangkang dan juga serabut
  2. Udara yang digunakan harus cukup dan sesuai
  3. Panas sesuai suhu yang dibutuhkan, sehingga pembakaran dapat dimulai
  4. Kerapatan cukup untuk merambatkan nyala api
  5. Waktu yang dibutuhkan untuk proses pembakaran tercukupi

Bahan bakar yang digunakan pelet untuk ketel uap pabrik sawit adalah serabut dan juga cangkang dari kelapa sawit. Karena mempunyai fungsi yang penting, maka bahan bakar sendiri tidak boleh sembarangan. Cangkang serta serabut adalah dua bahan yang mudah ditemui di pabrik kelapa sawit. Kedua benda ini juga termasuk sebagai limbah pabrik kelapa sawit yang tidak digunakan. Nilai kalor dari kedua bahan ini sendiri mampu memenuhi suhu panas yang dibutuhkan agar pembakaran berjalan sempurna.

Cangkang dan serabut memiliki nilai guna yang cukup tinggi dan bisa dimanfaatkan dengan baik. Daripada menjadi limbah yang tidak berguna, akan lebih baik jika dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler tankos sawit. Cangkang kelapa sawit berwarna hitam dan berbentuk seperti batok kelapa. Letaknya ada di bagian dalam buah kelapa sawit yang ditutupi oleh serabut. Di dalam cangkang terdapat unsur kimia, seperti Carbon (C), Hidrogen (H2), Nitrogen (N2), Oksigen (O2), dan abu.

Sedangkan serabut, yang juga dipakai sebagai pelet untuk boiler pabrik sawit berbentuk seperti rambut, dan jika sudah mengalami proses pengolahan akan berubah warna menjadi cokelat muda. Letaknya ada di bagian kedua dari buah kelapa sawit setelah kulit, dan juga buah kelapa sawit. Di dalam serabut dan daging inilah tempat terkandungnya minyak CPO.

Jika dibandingkan, jumlah panas yang dihasilkan oleh serabut lebih kecil daripada cangkang. Penggunaan serabut yang terlalu banyak pun tidak terlalu disarankan, karena akan memberi dampak buruk pada proses pembakaran, karena akan menghambat proses panas di water wall. Abu hasil pembakaran akan berterbrangan dan menutupi pipa water wall.

Ketel uap yang dipakai di pabrik kelapa sawit umumnya adalah ketel uap yang berkapasitas 20.000 kg uap/jam dan mempunyai tekanan 20 kg/cm2. Umumnya butuh 2 boiler untuk pabrik kelapa sawit demi proses pengolahan kelapa sawit. Penggunaan boiler sangat membantu proses kelapa sawit agar lebih cepat diolah. Mengingat jenisnya yang begitu banyak, maka konsumen bebas memilih boiler yang sesuai dengan kebutuhan.

HEAD OFFICE

PT. KHARISMAPRATAMA ABADISEJATINDO
Address : Jln. Kompleks Bumi Sunggal Blok C/E no 7, Medan – North Sumatera, Indonesia
Telephone : +62 61 8469822 - 8469806 - 8472878 Fax : +62 61 8469790
Email : sales.medan@kharisma-sawit.com; sparepart.medan@kharisma-sawit.com

JAKARTA REPRESENTATIVE

Telephone : +62-21-6332821/ 08561937055 / 0821108677322
Fax : +62-21-6345859
Email : sales.jakarta@kharisma-sawit.com
sparepart.jakarta@kharisma-sawit.com

For Information of Our product & Newsletter, please fill in below information